Polsek Pamulang Polres Tangsel,Amankan 2 Orang Tersangka Pengoplos Gas LPG

By Rusdan 27 Sep 2022, 18:47:00 WIB Hukum
Polsek Pamulang Polres Tangsel,Amankan 2 Orang Tersangka Pengoplos Gas LPG

TANGERANG SELATAN ,(IN)--Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan dan Reskrim Polsek Pamulang menggerebek 

sebuah bangunan Gubuk/Bedeng pangkalan LPG 3 Kg, di Jalan Akasia Rt 001/008, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. 

Lokasi tersebut, menjadi tempat penyalahgunaan gas elpiji subsidi 3 kg. Dimana, gas subsidi 3 kg tersebut, disuling dan dipindahkan ke tabung gas 12 kg.

Baca Lainnya :

Dalam pengungkapan tersebut, Tim Reskrim Polsek Pamulang menangkap 2 orang pelaku. Diantaranya inisial, MS (50) tahun dan S (33) tahun. 


Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu di dampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel AkP Aldo Primananda S.H, Kapolsek Pamulang Kompol Endy Mahandika, S.H, Kanit Reskrim Polsek Pamulang AKP Erwin Subekti, S.H, saat menggelar Pres Riliase di TKP mengatakan, pengungkapan niaga elpiji 3 kg subsidi ini, dilakukan oleh Tim gabungan Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan dan Reskrim Polsek Pamulang pada Selasa (27/9/2022). 

Pengungkapan ini bermula dari informasi yang didapatkan dari masyarakat, terkait kegiatan ilegal dalam ruko itu. Tim kemudian melakukan tindak lanjut dengan melakukan penyelidikan di lokasi. Pada hari Senin tanggal 26 September 2022 sekira jam 22.00 wib saat dilakukan observasi kewilayahan di sekitar perumahan BPI didapatkan informasi bawa di  Jl. Akasia RT 001/018 Kel. Pamulang Timur Kec. Pamulang Kota Tangsel  digunakan sebagai tempat penyuntikan gas Elpigi. 

Kemudian dilakukan serangkaian proses penyelidikan dan pada hari Selasa 27 September 2022 sekitar jam 06.00 wib dilakukan penggeledahan di TKP yang merupakan sebuah bangunan Gubuk/Bedeng yang berdekatan dengan tanah kosong berada di Jl. Akasia RT 001/018 Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel . pada saat dilakukan penggeledahan tersebut didapatkan kegiatan pemindahan isi tabung gas dari ukuran 3 kg ke tabung gas ukuran 12 Kg dengan menggunakan pipa Regulator yg telah dimodifikasi yang dilakukan oleh tersangka S atas perintah tersangka MS, dengan cara : pertama tersangka menyiapkan alat -alatnya yang terdiri dari tabung LPG ukuran 12 kg kosong, tabung LPG ukuran 3 kg yang isi, pipa besi ukuran ¾ inch panjang sekitar 10 cm yang sudah dimodifikasi di kedua ujungan diberikan pipa kuningan, es batu. 

Setelah alat tersedia kemudian dilakukan proses pengisian dengan cara perta tabung gas ukuran 12 kg yang akan diisi  di dirikan kemudian es batu sebanyak  1 (satu) palstik diletakan di sela sela pegangan tabung,  kemudian pipa besi yang sudah dimodifikasi salah satu ujung dimasukan di valp tabung ukuran 12 KG sedangkan sisi lalinya yang diatas dimasukan ke valp tabung ukuran 3 kg, sehingga tagung ukuran 3 kg menghadap ke bawah, setelah isi gas berpindah dari tabung ukuran 3 kg ke dalam tabung ukuran 12 kg. 

Kemudian tabung gas ukuran 3 kg diganti dengan tabung yang isi lainnya, sampai tabung ukuran 12 kg terisi penuh. Setelah tabung isi 12 kg terisi dari 4 ( empat ) tabung ukuran 3 kg lalu ditimbang dengan timbangan digital, kalau masih kurang diisi lagi tetapi kalau ukuran sudah 12 kg tabung gas di segel dengan segel plastik warna kuning baru setelah itu dijual. 

"Adapun modus operandinya, para tersangka memindahkan isi tabung elpiji ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung ukuran 12 kg non subsidi. Selanjutnya mereka meniagakannya dengan tujuan memperoleh keuntungan, namun sangat merugikan negara dan kepentingan masyarakat luas," kata Kapolres. 

Dijelaskan Kapolres, para tersangka sudah menjalankan aksinya selama 3 bulan belakangan.

Barang bukti yang dapat di sita:

1). 34  ( tiga puluh empat ) Tabung gas elpigi ukuran 12 Kg 

2). 36 ( Tiga puluh enam ) Tabung gas Elpigi 3 Kg.

3). 20 buah pipa Regulator

4). 34 ( tiga puluh empat ) buah palstik segel.


Akibat berbuatannya tersangka disangkakan  pasal  :

a). 55 UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah dirubah berdasarkan pasal 40 UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana 6 ( enam ) tahun.

b). 62 jo pasal 8 huruf b dan c UU No. 08 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana 5 ( lima ) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 ( dua milyar rupiah ).

c). 32 ayat (2) UUNo. 02 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal engan ancaman pidana 6 ( enam ) bulan.

(Rus)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment