Citayam Fhasion Week Bikin Resah Masyarakat Tenabang

By Syamsuri 28 Jul 2022, 10:49:09 WIB Gaya Hidup
Citayam Fhasion Week Bikin Resah Masyarakat Tenabang

JAKARTA, (IN) - Dalam rangka menyambut 1 Muharram 1444 H, RGT ( Rukun Guyub Tenabang) Adakan rapat dan pertemuan dengan  berkolaborasi bersama beberapa ormas dan kepemudaan tentang fenomenal CFW ( Citayam Fashion Week) di Rumah Makan Kampung Minang jalan KH Mas Mansyur, Kebon Melati RT 016 RW 017 Tanah Abang, Jakarta Pusat (27/06/22).

Hadir dalam kegiatan,Dewan Syuro RGT,Ketua katar Tenabang dan Anggota, Ketua Pengajian Banser NU dan Anggota ,Ketua Kokam Muhammadiyah dan Anggota,FKDM Tanah Abang dan anggota,Tokoh masyarakat,Ketua RW 017 dan ketua RT 016

Heru Nuryaman  selaku ketua RGT Menyampaikan bahwa dengan adanya fenomena terkait CFW secara umum tanah Abang tidak menolak dengan adanya ruang terbuka ketiga selain di rumah dan di kantor," ucapnya

Baca Lainnya :

Selaku ketua umum RGT, Heru dengan beberapa ormas yang ada di tenabang menggelar pertemuan yang sebelumnya RGT juga sudah bertemu dengan tiga pilar yang ada di tenabang dan menyampaikan persoalan yang sedang viral.


"Kegiatan tersebutlah awalnya adalah hal yang positif,namun lama kelamaan bukan lagi yang baik melainkan sudah banyak penyimpangan-penyimpangan yang ada,dari temuan rekan rekan di lapangan dan keluhan keluhan warga tanah Abang, saya selaku ketua RGT merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu"ungkapnya. 

Masih heru, banyak pesan pesan dari para ulama, kiayi dan tokoh masyarakat menyampaikan supaya mengambil tindakan, tidak boleh ada pembiaran,jadi, saya minta kepada pemerintah daerah dalam hal ini terkait soal yang sedang viral di SCBD, pemerintah harus ambil tindakan, sebab jika di biarkan akan mengakibatkan hal hal yang tidak baik nantinya, "jelasnya


"Masyarakat tanah Abang berharap ada pembinaan, kalaupun SCBD itu tetap berlangsung harus ada ijin harus ada penanggung jawab dan harus menjaga ketertiban umum di situ,karena kita tahu di situ adalah jalan protokol dan pusat bisnis jadi jangan di ganggu dengan hal hal semacam itu,"tutupnya. 

Dewan syuro, H Agus Iskandar mengapresiasi upaya RGT dalam menyikapi fenomenal yang sedang booming di tenabang dan juga tidak keberatan dengan adanya ruang terbuka umum, namun perlu di ketahui bahwa dengan adanya masalah ini pasti akan ada himbasnya.

"Mudah mudahan dalam menyambut bulan muharam ini semua bisa kita atasi dan bisa terlaksana upaya kita aminn, ucapnya.

Hal senada juga di sampaikan Roni Adi ketua Sikumbang soal CFW,awalnya fenomena ini adalah ide ide kreatif yang baik, namun penempatannya yang salah,yang namanya zebra Cross adalah  tempat penyeberangan bukan untuk fashion show,  jika di tinjau dari sisi undang undang aturan lalu lintas dan pengunaan jalan itu sudah salah karena zebra cross dan trotoar adalah di peruntukan untuk para pejalan kaki bukan untuk fashion show, "terangnya

Lanjutnya, dan juga jika di tinjau dari ketertiban umum daerah itu adalah merupakan masuk Kelurahan kebon melati tanah Abang merasa terganggu, karena kita melihat dengan mata kepala kita sendiri aktifitas CFW itu dilakukan dari pagi hingga malam hari, kapan warga bisa istirahat belum lagi soal sampah yang di tinggalkan oleh orang orang yang kumpul di sana,jadi di mana keindahan kota Jakarta yang katanya indah di sini pemerintah harus tegas dalam menyikapi hal itu,"tuturnya.

Dalam forum dialog umumnya masyarakat Tenabang tidak keberatan dengan adanya ruang terbuka publik, namun yang di khawatir kan adalah dampak dari penomenal Jeje, Bonge dan remaja Citayam,untuk itu RGT dan masyarakat Tenabang sepakat akan melakukan pawai obor di malam 1( satu) Muharam  di sana.


Ttg/ Sri.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment