Memperingati Hari Pendidikan Nasional Gurat Himbau Sekolah Stop Bisnis

By Syamsuri 04 Mei 2021, 07:41:20 WIB Pendidikan
Memperingati Hari Pendidikan Nasional  Gurat Himbau Sekolah Stop Bisnis

KABUPATEN TANGERANG,(IN) - Lembaga Swadaya Masyarakat, Gerakan Untuk Rakyat ( LSM - GURAT ) menghimbau agar pihak sekolah tidak berbisnis, berdagang buku atau fasilitas penunjang sekolah lainnya di tahun ajaran baru yang sebentar lagi akan datang, karena sudah aturan yang membatasinya.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, menjelaskan secara rinci terhadap larangan berdagang atau berjualan bagi pihak sekolah.

Seorang orang tua murid bercerita kepada kami, bahwa tahun ajaran yang lalu fihaknya masih harus membeli buku LKS ( Lembaran Kerja Siswa ) untuk anaknya yang duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri di wilayah Kecamatan Legok.

Baca Lainnya :

"Banyak orang tua murid yang mengeluh kepada kami, tapi sangat di sayangkan mereka enggan memberikan pernyataan tertulis atas pembelian buku, baju seragam bahkan sepatu yang di selenggarakan pihak sekolah, karena takut akan terjadi apa-apa pada anak mereka yang masih berstatus pelajar di sekolah tersebut," ujar Ketua LSM Gurat, Gofur.

Temuan seperti di atas bukan sekali dua kali ditemukan, tapi sering di dapat sewaktu Gofur menjabat sebagai Ketua di sebuah Ormas, namun sulit di tindak lanjuti karena minimnya bukti atau petunjuk. Hingga terkesan pihak sekolah main petak umpet dan kucing-kucingan.

Menurut nara sumber kami, mereka melakukan itu karena kurangnya kesejahteraan dengan berdalih  sebagian keuntungan atas penjualan itu di pakai untuk keperluan sekolah.

Apapun alasannya hal itu tidak di benarkan, ke depan menyambut tahun ajaran baru praktek seperti itu tidak menutup kemungkinan akan berulang kembali.

Menyambut tahun ajaran baru, semoga praktek berbisnis pihak sekolah tidak terjadi karena hal itu jelas akan merusak citra pendidik dan dunia pendidikan, terutama di masa pandemi Covid 19 yang belum lagi berakhir, juga telah merusak sendi perekonomian orang tua murid yang ingin daftarkan sekolah anaknya.

UU 14 tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik, mengijinkan kami mengakses segala informasi tentang kegiatan atau aktifitas di sekolah, demikian ujar Gofur, 03/05/2021. (Purnama)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment