Oknum Sekdes Kampung Kelor Diduga Penadah Mobil

By Syamsuri 07 Mei 2021, 13:22:55 WIB Hukum
Oknum Sekdes Kampung Kelor Diduga Penadah Mobil

KABUPATEN TANGERANG,(IN) - Dilansir dari media Warta Sidik pada 21 April 2021 di Kampung Kelor, Sepatan Darma dan team kedapatan unit mobil Daihatshu Sigra, B 1904 CZJ, an Evi Papilaya yang sedang dicari pemiliknya dimana mobil tersebut disewa seorang EG sebulan yang lalu, ketika masa sewa berakhir mobil tersebut tak kunjung balik, EG tidak dapat di hubungi lewat HP dan tidak ada di kantornya di Jl. Otista Raya, Pasar Baru, Tangerang ternyata EG sudah melarikan diri

Bayu sebagai suami pemilik Mobil Sigra B 1904 CZJ, mencari keberadaan mobil tersebut di bantu Darma, alhasil mendapat kabar dari rantaian peristiwa mobil tersebut ada di Kp. Kelor Sepatan dibantu warga seorang RT (tidak menyebutkan namanya) yang membenarkan mobil tersebut ada pada seorang Oknum Sekdes Kp. Kelor (DD),  Darma mengcroscek mobil tersebut yang di taruh di jalan dekat rumah oknum sekdes ternyata benar ada dan diambil dokumentasi, akhirnya berkunjung ke Rumah Oknum Sekdes tersebut

Hasil pertemuan malam itu, 21 April 2021, oknum sekdes DD membenarkan mobil Daihatshu Sigra B 1904 CZJ  benar ada padanya dan beliau memang dimintai tolong oleh seorang Mantan RW (DDN) dengan alasan ada keperluan, yang akhirnya oknum Sekdes DD memeberikan sejumlah uang yang di antar seorang mantunya F, bersama RW (DDN) hanya sebagai mediator untuk bertemu EG di kantornya di Otista Raya, Pasar Baru, Tangerang

Baca Lainnya :

"RW ini ada uang tapi uang Panas untuk beli kain RT dan RW THR Lebaran makanya jangan lama lama" Stetment Oknum Sekdes DD (data terlampir)" stemet Oknum Sekdes

Terjadilah trsnsaksi EG antara mantu (F) Oknum Sekdes DD, Mantu Sekdes F menyerahkan uang Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah). 


"Pak yang meminta carikan mobil Sekdes bukan saya yang menawarkan, beliau yang telepon saya untuk cari mobil gadean akhirnya ketika ada dari EG saya langsung info dan beliau yang menyuruh mantunya (F) untuk transaksi dan mengecek keabsahan mobil tersebut saya hanya mendampingi" pengakuan Ex RW DDN

Malam itu, 21 April 2021 dari hasil temuan unit Darma dan team bertemu Oknum Sekdes DD, Oknum Sekdes DD meminta waktu besok untuk mengklarifikasi terkait uangnya yang diserahkan kepada EG, dengan Ex RW DDN, dan berjanji kepada Darma dan team Mobil Daihatshu B 1904 CZJ tidak akan kemana mana dan akan dikembalikan bila memang pemiliknya sebenarnya ada, Darma dan team akhirnya percaya karena memandang beliau sebagai Aparatur Desa di Kp. Kelor

Esok harinya 22 April 2021, ketika Darma dan Pemilik membawa semua bukti kepemilikan untuk mengambil unit tersebut Oknum Sekdes DD mangkir tidak mau bertemu lalu diwakili mantunya (F) dan seorang yg tidak diketahui indentitasnya untuk bertemu Darma dan Pemilik Mobil menolak memberikan mobil tersebut kalau tidak ada uang Rp 20.000.000 (Dua Puluh Juta Ruoiah), dan mobil B 1904 CZJ sudah tidak ada di Oknum Sekdes DD ketika Darma dan beberapa media datang kembali ingin mengkomfirmasi kembali kebenaran terkait keterlibatan Oknum Sekdes akan tetapi Darma dan kawan kawan Media di usir oleh seseorang bernama Irfan dan seseoranf perpakaian Ormas yang di telp Oknum Sekdes DD


"Sekdes seharusnya bijak dalam hal ini sebagai Pamong Desa dan mengerti posisinya agar tidak mempersulit si pemilik mobil, pemilik mobil hanya ingin mengambil hak Pemilik mobil yang telah hilang, tidak ada keterkaitan tentang uang yang di serahkan Pak Sekdes kepada EG, ditemukan mobil di Rumah Sekses DD ada dokumentasi dan warga yang membenarkan mobil tersebut ada dipakai Oknum Sekdes DD Kp. Kelor Sepatan, saya mencoba mencari keluarga EG akhirnya mau bertanggung jawab atas perbuatan EG dan mebawa sebagian uang yang dipakai EG untuk menembalikan kepada Sekdes dan berjanji dalam waktu 1 (satu) bulan bisa lunas uang sekdes, tapi tetap Sekdes bersikukuh mempertahan mobil yang bukan miliknya bahkan saat ini mobil milik Evi Papilaya tidak tau dikemanakan oleh sekdes, jangan karena kesalahan beliau tidak berhati hati terhadap mobil yang digadaikan ke beliau, lalu beliau mempertahankan mobil yang bukan haknya" Tungkas Darma

"Seseorang yang menerima Gadai dari hasil perbuatan penipuan dan mempertahankan dari pemilik yang sebenarnya akan terjerat pasal 480 (sebagai penadah hasil kejahatan)" Tungkas Jalintar S, Penasehat Hukum Parnagogo

"Saya dan Istri akan melangkah ke Jalur hukum bila pak Sekdes masih mempertahankan Mobil kami dan akan menghadap ke Bupati, Camat untuk memohon agar hak kami dikembalikan karena mobil tersebut sebagai nafkah keluarga saya Pak" keluh Bayu dan istrinya di depan awak media. (Red) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment