Taman Kali Jodoh Diserbu Ribuan Pengunjung,Abaikan PPKM dan Prokes

By Syamsuri 10 Okt 2021, 21:45:04 WIB Sekitar Kita
Taman Kali Jodoh Diserbu Ribuan Pengunjung,Abaikan PPKM dan Prokes

JAKARTA UTARA, (IN) - Taman Kali Jodoh diserbu puluhan ribu masyarakat yang memadati tempat hiburan bermain anak anak dan orang dewasa yang letaknya dijantung perbatasan antara Jakarta Utara dan Jakarta barat pada 10 Oktober 2021 malam. 

Himbauan yang dilakukan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan,dalam masa tenggang PPKM dihiraukan, dari pantauan media para pengunjung mengabaikan protokol kesehatan dengan jumlah pengujung yang memadati taman kali jodoh, hal ini disayangkan kalau dibiarkan maka akan timbul klaster klaster baru di Jakarta. 

Beberapa masyarakat sekitar menyayangkan dengan kepadatan pengunjung yang kian hari kian bertambah hal tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Penjagalan RW 05 yang tidak mau disebutkan namanya. 

Baca Lainnya :

"ini harus ditindak tegas walikota Jakarta Utara, camat Penjaringan dan lurah Pejagalan yang membiarkan ini terjadi dan lantaran pihak pengelola diduga memberikan kontribusi kepada oknum birokrasi,"katanya.


Menurutnya pihak pemerintah setempat telah melarang untuk membuka taman kali jodoh untuk ber operasi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 

Padahal pihak Pemprov DKI Jakarta sudah melarang untuk dibuka tapi kenapa dibuka...?? Apa ini sengaja membuat masyarakat menerima Covid 19 lagi...!!"ungkapnya dengan lantang

Ditempat terpisah Sekjen (Sekretaris Jendral) Organisasi Masyarakat (Ormas) GEPRINDO (Gerakan Pribumi Indonesia) dan selaku wartawan dimedia Independen Nusantara, Abdurrachman,angkat bicara dan menyayangkan hal tersebut terjadi. 

"Sedihnya peraturan pemerintah tak lagi berlaku, dimana melarang taman hiburan dibuka malah dibuka,sebelum ada himbauan dibuka oleh Pemprov DKI Jakarta, kenapa di daerah taman kali jodoh dibuka yang mengundang ribuan masyarakat berdatangan diwilayah tersebut. Ini harus dipertanggung  jawabkan pihak pemerintah Jakarta Utara, baik camat Penjaringan dan lurah Pejagalan yang membiarkan itu terjadi, maka ini bisa menciderai reputasi gubernur DKI Jakarta yang bekerja terus menghambat penyebaran Covid 19 tapi dibawahnya malah membiarkan kerumunan terjadi,"pungkasnya

Dan ini kami menerima laporan dari anggota kami yang ada di wilayah Kali Jodoh, ini disayangkan pihak birokrasi yang membiarkan Covid 19 itu dibuka kembali,"tutupnya. 


Kordinator Independen Nusantara Jakarta Utara




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment