Wujud Demokrasi Langsung Saat Pemilihan Ketua RT Serasa Memilih Walikota

By Syamsuri 26 Jun 2022, 19:57:07 WIB Sekitar Kita
Wujud Demokrasi Langsung Saat Pemilihan Ketua RT Serasa Memilih Walikota

KOTA TANGERANG,(IN) – Pemilihan yang pelaksanaannya bertempat dihalaman musholla An Nur pada Minggu Pagi, (26/06/2022) disambut antusias oleh warga di lingkungan RT 05 RW 02 Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Pasalnya, pesta demokrasi mengajak warga untuk Pemilihan Ketua RT terasa Memilih Walikota. 

Pemilihan pengurus Rukun Tetangga (RT) biasanya jarang diminati warga, tetapi setelah viral berita pentingnya hak suara untuk memilih pengurus RT, warga tak mau kecolongan dan ingin menggunakan hak suara mereka untuk memilih yang terbaik, apa lagi memilih Walikota Tangerang untuk H. Sachrudin.

Hanya ada 3 Kandidat Calon Ketua RT yang ikut yaitu, nomor urut satu Arif Rachman Hakim, nomor urut dua Muhamad Thohirrudin, dan nomor urut tiga Muhamad Nurdin, S.PD.I. Proses pemilihan berjalan aman, kondusif, tertib dan meriah tidak ada gangguan yang berarti.

Baca Lainnya :


Pemilihan sistem demokrasi ini dari hak pilih setiap kartu keluarga (KK) satu hak pilih, kartu pencoblosan sebanyak 224 cadangan 6 jumlah kartu hak pilih 230. 

Pemilihan tersebut dimenangkan oleh Muhamad Thohirrudin dengan perolehan suara 91, selisih 80 suara dari Muhamad Nurdin, S.PD.I, dan H. Arif Rachman Hakim memperoleh suara 34, dan suara tidak sah 6 suara..

Sementara di lokasi pemilihan Ketua Panitia H. Abd. Salam menyampaikan, untuk meningkatkan minat warga agar menyalurkan hak pilih, panitia pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) 05/ 02, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, mempunyai cara tersendiri. 

Panitia melakukan jemput bola melalui undangan kepada warga yang memiliki hak pilih.

“Melalui pemilihan secara langsung berdemokrasi tersebut setidaknya meningkatkan minat warga agar dapat menggunakan hak pilih saat pemilu 2024 nanti, untuk yang pertama kalinya, ini adalah sebagai contoh pada wilayah lain, namun ini bukanlah ajang persaingan melainkan kebersamaan," kata H. Abd. Salam Ketua Panitia Pemilihan yang didampingi oleh Sekretaris Sabeni.

Pemilihan Ketua RT 05 yang digelar menyedot perhatian masyarakat. Layaknya proses pencoblosan Walikota atau Gubernur, warga yang membawa undangan datang ke TPS kemudian mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu suara, bergambar 3 orang Kandidat.

Setelah itu mereka dipanggil satu persatu menuju bilik suara dan mencoblos kandidat Ketua RT yang ada. Kemudian kartu suara yang ada gambar kandidat tersebut dimasukkan ke dalam kotak suara yang dijaga oleh petugas.

Pemilihan RT 05 berlangsung dalam satu tahapan dengan jumlah hak pilih 224 orang warga yang diundang. Mayoritas para pemilihnya adalah berusia muda dan pekerja swasta. Warga yang memiliki hak pilih mendapat surat suara dan mencoblos di bilik suara, kemudian dimasukkan ke kotak suara lalu pemilih mencobloskan jari kebotol tinta yang disediakan oleh panitia, pertanda pemilih telah menggunakan hak pilihnya.

Warga di lingkungan RT 05 RW 02 Kelurahan Pedurenan berharap Ketua RT yang baru tidak melakukan kesalahan-kesalahan, dan meminta transparan dalam menjalankan segala tugasnya. Warga yang tidak ingin disebut namanya, berharap Ketua RT yang terpilih dapat mencari informasi mengenai pembangunan dan informasi tentang bantuan dana sosial dari pemerintah. 

"Ini sangat penting bagi warga yang membutuhkan, karena sebagian keluarga dilingkungan hingga saat ini belum ada bantuan yang terrealisasi," ungkapnya.

Acep Sachrudin (Ace) Ketua RT 03/ 02 dan juga pemrakarsa mengatakan, proses pemilihan Ketua RT 05 di wilayahnya dengan sistem demokrasi pemilihan langsung digelar pertama kali, sejak tahun 1981di jabat oleh ketua Rt 05 Rahmat selama 41 tahun dalam melayani masyarakat. 

“Di daerah kami memang agak unik dibanding yang lain, pemilihan RT seperti Pemilu betulan. Warga ingin pemilihan langsung agar jujur dan adil tanpa intervensi,” ujar Ace panggilan karibnya Ketua RT 03 juga sebagai donatur dan sebagai pengawas.

Ace juga menambahkan, Pemilihan dilakukan oleh panitia selain saksi, juga dihadiri warga yang hadir mengikuti perhitungan suara. 

Akhirnya Muhamad Thohirrudin mendapat 91 suara terpilih sebagai Ketua RT 05/ 02 Pedurenan masa bakti 2022-2025, menggantikan Ayahnya yang sudah lanjut usia Rahmat. Z. 

M. Thohirrudin selaku Ketua RT 05 terpilih menyampaikan, terima kasih banyak kepada seluruh warga karena telah memberi kepercayaan dan kesempatan kepadanys. Dan Dia siap menjadi pelayan masyarakat. 

"Oleh karena itu mari kita berkolaborasi untuk melahirkan ide-ide cemerlang demi terwujudnya masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” ucap M. Thohirrudin saat memberi sambutan.

Selanjutnya M. Thohirrudin meminta kerja sama dari warga dan selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat agar tidak terjadi perselisihan antar tetangga. 

“Tegur saya jika salah, saya terbuka menerima kritik dan saran demi kepentingan kita bersama” tuturnya.

Ditempat yang sama Lurah Pedurenan Abd. Rahman, S.Ip berpesan, bila ada yang dinyatakan menang dalam penghitungan, kepada RT yang lama jgn menyerahkan stempel dahulu pada RT yang baru terpilih, sebelum mendapatkan Surat Keputusan (SK). 

"Menjadi pengurus RT merupakan kerja sosial, mau tidak mau, suka tidak suka, atau senang dan susahnya, harus dapat bersilahturrahim serta bersinergi dengan tetangga lingkungannya," pesang singkat Lurah Abd. Rahman, S,IP.

Sedangkan Menurut Sekcam Karang Tengah Hesto Suwaninda, tingginya minat masyarakat dari kalangan generasi muda untuk mencalonkan diri jadi ketua RT karena dengan demokrasi ada nilai nilai edukasi sudah menjadi tradisi di wilayah.

“Kondisi itu berbanding terbalik di wilayah lain dengan rendahnya minat warga menjadi pengurus RT, hal ini berbagai alasan seperti sibuk kerja, harus menyempatkan waktu mengurus warga, dan lainnya,” kata Sekcam Hesto, turut mendampingi pemilihan bersama Ketua RT yang lama Rahmat, Z. dan Ketua RW 02 Aluwi.

Hesto menambahkan, dari kegiatan pemilihan ini diharapkan munculnya calon Ketua RT 05 yang memiliki kualitas dan kemampuan manajemen yang baik, mengingat saat ini pemerintah sedang mengembangkan pemberdayaan dan pengelolaan kegiatan pembangunan sampai di tingkat RT. 

"Oleh karena itu, keberadaan Ketua RW dan Ketua Panitia selaku penyelanggara kegiatan pembangunan di wilayah, menjadi sangat strategis," tutup Hesto panggilan akrabnya.

(Abie)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment